seorang lelaki buta berjalan di dalam sebuah hutan, ditengah perjalanan kakinya tersangkut diantara akar-akar besar dari pohon mahoni yang sudah berumur ratusan tahun. sang lelaki buta tersentak jatuh, kepalanya membentur bagian akar yang lain dari pohon itu sehingga pelipis sang lelaki buta mengeluarkan banyak darah.
sang lelaki buta ketakutan, pelipis matanya sakit bukan kepalang, dia menekankan kedua tangan di pelipisnya untuk mengurangi rasa sakit, membuat tangannya berlumuran darah.
sang lelaki buta meraba-raba akar pohon mahoni yang menjerat kakinya.
akumulasi dari rasa takut dan sakit yang tak terperi membuat imajinasi otak sang lelaki buta menggambarkan bahwa sesuatu yang dirabanya itu adalah sesosok makhluk yang sangat besar dan kejam, makhluk besar itu mempunyai beratus-ratus tangan yang licin seperti tentakel. diyakininya didalam hati tentang kebenaran bayangan imajinasinya itu.
setelah berhasil melepaskan jeratan kakinya, sang lelaki buta lari ketakutan tak tentu arahnya, beberapa kali sang lelaki buta membentur pohon hingga tangannya patah. di dalam bayangannya benturan-benturan yang dialaminya adalah pukulan-pukulan dari makhluk besar kejam yang menjeratnya tadi, dan dia yakin akan hal itu.
lama berlari, sampailah sang lelaki buta disebuah desa.
orang-orang desa berkerumun dan prihatin dengan keadaan sang lelaki buta lalu beberapa orang menanyakan tentang apa yang menimpanya.
sang lelaki buta bercerita bahwa ketika dia melewati hutan sesosok makhluk besar yang kejam menyerangnya, makhluk besar itu mempunyai ratusan tangan besar yang licin seperti tentakel yang membanting sang lelaki buta kiri-kekanan hingga beberapa tulang tangannya patah.
berita tentang serangan makhluk itu cepat sekali tersebar bahkan sampai ke desa-desa lain di wilayah sekitar hutan, membuat para penduduk kerakutan.
tak lama berselang, lahirlah kelompok-kelompok perburuan makhluk besar itu. masing-masing kelompok mempunyai tujuannya sendiri, sebagian ingin membunuh makhluk besar itu untuk menyelamatkan orang-orang yang ingin melintasi hutan, sebagian yang lain lebih memilih untuk menangkap makhluk itu hidup-hidup untuk kepentingan bisnis.
suatu hari beberapa kepentingan kelompok itu bertemu di dalam hutan, perselisihan terjadi, diawali dengan perbincangan, lalu seketika semua orang menjadi brutal, menyakiti, membunuh satu sama lain. peperangan terjadi, semua musnah justru oleh sesosok makhluk yang tidak pernah dikira,,, yaitu diri sendiri.
kadang keyakinan bisa begitu membutakan, bahkan untuk orang yang melihat.
9000 ( part 1 )
9000 ( part 2 )
9000 ( part 3 )
Monday, January 5, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment