ujian akhir semester
copywriter : moch. haris S
creative director : moch. haris S
editor : Mahatma putra
oleh: Moch.Haris, M. Putra, Nabyl F, Aditya U, Tito A, David P, cristianus T
Wednesday, January 14, 2009
tukar film, tukar budaya

Jifest adalah sebuah acara pertukaran kebudayaan jakarta ke seluruh masyarakat dunia melalui film.
ketika kelompok kami diberi tugas oleh salah satu dosen untuk mengerjakan sebuah print Ad acara ini, maka langsung saja kami terfikir untuk menampilkan segala macam kebudayaan serta warna-warni jakarta pada print Ad yang akan kami buat.
pada saat pengerjaan karya ini, kami mencari-cari orang yang sekiranya benar-benar mengetahui kota ini untuk lalu menggambarkannya ke atas sebuah kertas putih. kami mendapatkannya, yaitu seorang pelukis karikatur pinggiran jalan gajah mada bernama Yoes.
dia sudah mulai mengabadikan kota ini melalui karikatur-karikaturnya dari tahun 70-an, karya-karyanya juga sempat memenuhi artikel-artikel didalam koran nasional seperti kompas dan tempo.
team : Moch. Haris, Nabyl F, David P, Daliah W
ketika kelompok kami diberi tugas oleh salah satu dosen untuk mengerjakan sebuah print Ad acara ini, maka langsung saja kami terfikir untuk menampilkan segala macam kebudayaan serta warna-warni jakarta pada print Ad yang akan kami buat.
pada saat pengerjaan karya ini, kami mencari-cari orang yang sekiranya benar-benar mengetahui kota ini untuk lalu menggambarkannya ke atas sebuah kertas putih. kami mendapatkannya, yaitu seorang pelukis karikatur pinggiran jalan gajah mada bernama Yoes.
dia sudah mulai mengabadikan kota ini melalui karikatur-karikaturnya dari tahun 70-an, karya-karyanya juga sempat memenuhi artikel-artikel didalam koran nasional seperti kompas dan tempo.
team : Moch. Haris, Nabyl F, David P, Daliah W
puanjjjaaaangggg....
energi siang, energi malam
director : Moch. Haris Suryana
editor : Mahatma Putra
team : Moch. Haris, Mahata putra, David P, Tito A, Arya W, Muttaqiena I
Wednesday, January 7, 2009
sosialisasi itu penting

iklan ambience ini gw buat untuk meningkatkan awareness masyarakat kampus tempat gw kuliah dulu akan pentingnya bersosialisasi.konsepnya muncul ketika gw melihat bahwa kebanyakan orang sering bertemu satu sama lain, bahkan duduk bersebelahan tetapi menutup diri.
akhirnya gw menulis sebuah percakapan yang dibuat seperti di dalam komik dan menempelkannya di tiang pemisah antara tempat duduk yang satu dengan yang lain.
karya ini dibuat oleh: Moch. haris & David Parluhutan
Monday, January 5, 2009
keyakinan
seorang lelaki buta berjalan di dalam sebuah hutan, ditengah perjalanan kakinya tersangkut diantara akar-akar besar dari pohon mahoni yang sudah berumur ratusan tahun. sang lelaki buta tersentak jatuh, kepalanya membentur bagian akar yang lain dari pohon itu sehingga pelipis sang lelaki buta mengeluarkan banyak darah.
sang lelaki buta ketakutan, pelipis matanya sakit bukan kepalang, dia menekankan kedua tangan di pelipisnya untuk mengurangi rasa sakit, membuat tangannya berlumuran darah.
sang lelaki buta meraba-raba akar pohon mahoni yang menjerat kakinya.
akumulasi dari rasa takut dan sakit yang tak terperi membuat imajinasi otak sang lelaki buta menggambarkan bahwa sesuatu yang dirabanya itu adalah sesosok makhluk yang sangat besar dan kejam, makhluk besar itu mempunyai beratus-ratus tangan yang licin seperti tentakel. diyakininya didalam hati tentang kebenaran bayangan imajinasinya itu.
setelah berhasil melepaskan jeratan kakinya, sang lelaki buta lari ketakutan tak tentu arahnya, beberapa kali sang lelaki buta membentur pohon hingga tangannya patah. di dalam bayangannya benturan-benturan yang dialaminya adalah pukulan-pukulan dari makhluk besar kejam yang menjeratnya tadi, dan dia yakin akan hal itu.
lama berlari, sampailah sang lelaki buta disebuah desa.
orang-orang desa berkerumun dan prihatin dengan keadaan sang lelaki buta lalu beberapa orang menanyakan tentang apa yang menimpanya.
sang lelaki buta bercerita bahwa ketika dia melewati hutan sesosok makhluk besar yang kejam menyerangnya, makhluk besar itu mempunyai ratusan tangan besar yang licin seperti tentakel yang membanting sang lelaki buta kiri-kekanan hingga beberapa tulang tangannya patah.
berita tentang serangan makhluk itu cepat sekali tersebar bahkan sampai ke desa-desa lain di wilayah sekitar hutan, membuat para penduduk kerakutan.
tak lama berselang, lahirlah kelompok-kelompok perburuan makhluk besar itu. masing-masing kelompok mempunyai tujuannya sendiri, sebagian ingin membunuh makhluk besar itu untuk menyelamatkan orang-orang yang ingin melintasi hutan, sebagian yang lain lebih memilih untuk menangkap makhluk itu hidup-hidup untuk kepentingan bisnis.
suatu hari beberapa kepentingan kelompok itu bertemu di dalam hutan, perselisihan terjadi, diawali dengan perbincangan, lalu seketika semua orang menjadi brutal, menyakiti, membunuh satu sama lain. peperangan terjadi, semua musnah justru oleh sesosok makhluk yang tidak pernah dikira,,, yaitu diri sendiri.
kadang keyakinan bisa begitu membutakan, bahkan untuk orang yang melihat.
9000 ( part 1 )
9000 ( part 2 )
9000 ( part 3 )
sang lelaki buta ketakutan, pelipis matanya sakit bukan kepalang, dia menekankan kedua tangan di pelipisnya untuk mengurangi rasa sakit, membuat tangannya berlumuran darah.
sang lelaki buta meraba-raba akar pohon mahoni yang menjerat kakinya.
akumulasi dari rasa takut dan sakit yang tak terperi membuat imajinasi otak sang lelaki buta menggambarkan bahwa sesuatu yang dirabanya itu adalah sesosok makhluk yang sangat besar dan kejam, makhluk besar itu mempunyai beratus-ratus tangan yang licin seperti tentakel. diyakininya didalam hati tentang kebenaran bayangan imajinasinya itu.
setelah berhasil melepaskan jeratan kakinya, sang lelaki buta lari ketakutan tak tentu arahnya, beberapa kali sang lelaki buta membentur pohon hingga tangannya patah. di dalam bayangannya benturan-benturan yang dialaminya adalah pukulan-pukulan dari makhluk besar kejam yang menjeratnya tadi, dan dia yakin akan hal itu.
lama berlari, sampailah sang lelaki buta disebuah desa.
orang-orang desa berkerumun dan prihatin dengan keadaan sang lelaki buta lalu beberapa orang menanyakan tentang apa yang menimpanya.
sang lelaki buta bercerita bahwa ketika dia melewati hutan sesosok makhluk besar yang kejam menyerangnya, makhluk besar itu mempunyai ratusan tangan besar yang licin seperti tentakel yang membanting sang lelaki buta kiri-kekanan hingga beberapa tulang tangannya patah.
berita tentang serangan makhluk itu cepat sekali tersebar bahkan sampai ke desa-desa lain di wilayah sekitar hutan, membuat para penduduk kerakutan.
tak lama berselang, lahirlah kelompok-kelompok perburuan makhluk besar itu. masing-masing kelompok mempunyai tujuannya sendiri, sebagian ingin membunuh makhluk besar itu untuk menyelamatkan orang-orang yang ingin melintasi hutan, sebagian yang lain lebih memilih untuk menangkap makhluk itu hidup-hidup untuk kepentingan bisnis.
suatu hari beberapa kepentingan kelompok itu bertemu di dalam hutan, perselisihan terjadi, diawali dengan perbincangan, lalu seketika semua orang menjadi brutal, menyakiti, membunuh satu sama lain. peperangan terjadi, semua musnah justru oleh sesosok makhluk yang tidak pernah dikira,,, yaitu diri sendiri.
kadang keyakinan bisa begitu membutakan, bahkan untuk orang yang melihat.
9000 ( part 1 )
9000 ( part 2 )
9000 ( part 3 )
memilih pemimpin

pada saat ingin menyelesaikan studi perkuliahan aku harus menyelesaikan satu tugas lagi, yaitu TKA ( Tugas Karya Akhir ). TKA dikerjakan berkelompok, akupun mendapat bagian untuk menjadi CD ( creative director ) di dalam kelompok yang berisi lima orang tersebut.
Klien kami adalah KPU ( Komisi Pemilihan Umum ), tugas kami adalah untuk membuat para remaja umur 18th-20th memilih dengan bijak dan pertimbangan masak dengan mengetahui latar belakang calon yang akan mereka pilih pada saat Pemilu nanti.
setelah mengumpulkan data dan memikirkan berbagai strategi, Mr. AE ( Account Executive ) mem-brief para CD untuk membuat beberapa TVC, Print-Ad, Video clip, T-shirt, dan PIN.
pada saat itu aku beranggapan bahwa hambatan terbesar dari keberhasilan kampanye yang kami buat adalah gaya hidup dan pola pikir target audience kampanye itu sendiri. sebab itu, menurutku cara penyampaian pesan haruslah sejalan dengan pola pikir mereka yang ringan, dan kebiasaan mereka yang skeptis terhadap sesuatu yang bearoma politik.
Creative director : Moch. Haris
Graphic designer : Rio Feroli
Art Director : Moch. Haris
Copywriter : Moch. Haris
Subscribe to:
Posts (Atom)

